Senin, 06 Maret 2023

Sejarah dan Perkembangan Revolusi Industri 1.0 hingga 4.0

 Pengertian Revolusi Industri

Mengutip dari buku Pendidikan Kristen dan Revolusi Industri 4.0 oleh Nahason Bastin, revolusi industri adalah proses transisi ke manufaktur baru di Eropa dan Amerika Serikat (AS), pada periode antara 1760 hingga 1820 dan 1840. Transisi ini termasuk beralih dari produksi tangan ke mesin, manufaktur kimia baru dan proses produksi besi, mesin, peningkatan tenaga uap dan tenaga air dan lahirnya sistem pabrik mekanis. Revolusi industri juga menyebabkan peningkatan laju pertumbuhan.

1. Revolusi Industri 1.0

Pada revolusi industri pertama terjadi perubahan secara besar-besaran di bidang pertanian, manufaktur, pertambangan, transportasi dan teknologi. Jika pada masa itu masih banyak pekerjaan yang mengandalkan tenaga manusia dan hewan meskipun memiliki banyak kendala yang cukup besar akibat keterbatasan ketersedian tenaga-tenaga yang dihasilkan.

Namun, setelah adanya revolusi industri 1.0 semuanya berubah ketika ditemukannya sebuah alat penenun benang mekanik pada tahun 1784 oleh James Watt. Hal ini menyebabkan tenaga manusia maupun tenaga hewan tidak lagi dibutuhkan yang mengakibatkan banyaknya pengangguran meski jumlah produksinya meningkat. Penemuan mesin uap ini meningkat penghasilan perkapita negara menjadi enam kali lipat.

2. Revolusi Industri 2.0

Guna mempermudah proses produksi di dalam pabrik yang biasanya cukup luas, dibutuhkan alat transportasi yang dapat mengangkut barang berat, seperti mobil sangat dibutuhkan. Sebelum masa revolusi industri 2.0 proses pengerjaan perakitan mobil hanya dilakukan di tempat yang sama.

Di tahun 1913 terciptanya sebuah Lini Produksi yang menggunakan ban berjalan. Penemuan tersebut mengakibatkan produksi mobil yang sebelumnya dirakit oleh banyak orang kini dapat diproduksi secara masal. Hal itu disebabkan, proses produksi diubah total dengan memberikan latihan kepada pekerja agar dapat bekerja menekuni satu bidang dan terorganisir sesuai dengan spesialisasinya, bekerja mengurus satu bagian saja.

3. Revolusi Industri 3.0

Penemuan pada revolusi 3.0 berupa mesin penggerak, yang dapat berpikir secara otomatis seperti komputer dan robot.

Pada masa revolusi ini, terciptanya teknologi komputer menjadi pertanda cikal bakal kemudahan pekerjaan. Jika revolusi sebelumnya masih dikendalikan oleh manusia, maka pada revolusi industri 3.0 sudah menggunakan sistem otomatisasi yang dikontrol oleh komputer.

Berbagai penemuan seperti semikonduktor, disusul transistor, dan integrated chip membuat ukuran komputer semakin kecil, kebutuhan konsumsi daya listrik semakin sedikit.

4. Revolusi Industri 4.0

Zaman revolusi industri 4.0 adalah tren di dunia industri yang menggabungkan teknologi otomatisasi dengan teknologi cyber. Era revolusi industri 4.0 telah menjadi topik perbincangan semua kalangan. Mulai dari pemerintah, masyarakat, bahkan perusahaan pun berusaha mengerahkan berbagai macam strategi untuk menghadapinya. 

Perubahan pada industri 4.0 telah mengembangkan teknologi berkelanjutan seperti internet, komputerisasi, microchip, internet of things (IoT), deep learning, kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), machine learning.

Pengembangan IoT bersamaan dengan teknologi-teknologi baru seperti dalam bidang robotik, sains, dan lain sebagainya, membawa pengaruh yang cukup banyak bagi kehidupan di dunia. Banyak aktivitas seperti pekerjaan dan gaya hidup manusia yang berubah menjadi lebih praktis.

Contohnya teknologi yang belum pernah ada sebelumnya, seperti aplikasi ojek online, tarik tunai lewat ponsel, belanja lewat marketplace. Ojek online selain menjadi transportasi, pengembangan software dibuat berbagai macam fitur untuk tarik tunai, memesan makanan hingga menjadi kurir antar barang. Sama dengan ojek online, marketplace juga mengembangkan software sama seperti ojek online dengan penambahan fitur-fitur canggih yang bisa mempermudah aktivitas keseharian.

0 komentar:

Posting Komentar